Waspadai, 42 Makanan Berbahaya Dijual di Kebumen

Kebumen, CyberNews. Peringatan bagi masyarakat agar selalu waspada saat membeli makanan dan minuman di pasaran. Sebab, bukan tidak mungkin makanan atau minuman yang dijual sebenarnya tidak layak untuk dikonsumsi.

Salah satu fakta yang cukup mengejutkan ialah ditemukannya banyak makanan yang dijual di pasaran tradisional di Kabupaten Kebumen yang tidak layak untuk dikonsumsi.

Dari hasil surveilans yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan terhadap sebanyak 83 sampling makanan ternyata hanya 41 sampel atau 49,4 % yang layak untuk dikonsumsi.

Kepala Dinas Kesehatan dr HA Budi Satrio MKes membenarkan hasil sampling yang dilakukan. Surveilans dilakukan di 16 titik pasar wilayah di Kebumen. Surveilans makanan di pasar dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan produksi makanan saat puasa dan Lebaran.

“Permasalah yang saat ini terjadi ialah masih adanya kebiasaan masyarakat membuat makanan yang tidak sehat,” ujar Budi Satrio kepada Suara Merdeka, Jumat (12/8).

Temuan Dinkes tersebut memang bisa disepelekan. Bagaimana tidak, dari 83 sampel tersebut sebanyak 42 sample atau 50,6 % yang tidak layak dikonsumsi. Artinya dari sampel itu, jumlah makanan yang tidak layak lebih banyak ditemukan dibanding dengan layak konsumsi.

Merujuk laporan hasil sampling makanan tahun 2011 yang ditandatangi oleh Ketua Tim Pelaksana yang juga Kepala Seksi Kefarmasian, Dra Tini Winastuti Apt, sejumlah makanan yang dinyatakan tidak layak konsumsi karena positif mengandung Rhodamin B, Methanyl Yellow, Borax, dan Formalin.

Padahal sejumlah makanan yang tidak layak dikonsumsi karena mengandung bahan kimia berbahaya itu menjadi favorit konsumen teruma pada bulan Ramadan ini.

Di Pasar Kabekelan Prembun misalnya, ditemukan makanan cendol merah, pati kolak, lapis, lanting merah, kucing garong yang positif mengandung Rhodamin B.

( Supriyanto / CN33 / JBSM )

SUMBER